Dalam sehari, secara puratanya manusia membuat tiga puluh lima ribu keputusan. Pernahkah kalian berada di fasa dalam hidup yang mana kalian putuskan untuk hanya ingin memiliki impian yang sederhana, tetapi tetap saja berasa gagal, cuma tahu meruntuhkan apa yang kalian bina bertahun-tahun dan sabotaj diri sendiri atas alasan ingin melindungi diri? Adakah itu bermakna kalian jujur menjaga keamanan hati, atau hanya membataskan diri dari tumbuh dan menghadap segala kesusahan? Walaupun kalian tahu, kalian cuma lari dari masalah yang tidak akan pernah habis dan cuba mencari ruang untuk menenangkan diri dari rasa takut. Takut akan segala hal yang akan berlaku, mungkin berlaku atau takkan berlaku langsung. Choosing to avoid difficulty just means you are choosing another difficulty. Adakah semua keputusan yang kalian ambil itu salah dan sia-sia, atau kalian hanya tidak menyukai dengan apa yang datang bersama-sama keputusan itu? Tidak. Ianya hanya melatih kalian untuk menjadi pembuat keputu...
“Have you ever attached in long term with someone that you no longer talk to?” “I do. But it started to become a burden on his shoulder when I put a glimpse of expectation that barely can be seen.” “What can be a burden when you are not even meeting each other?” “Hope.” “That’s what we called love, lady.” If I heard this word five years ago, I would sarcastically smile and disagree at all. But I realise that I am no longer a teenager and love is actually… existed. It just exist in numerous different ways. Last night, I received a call from a good friend of mine during matriculation year, G, that currently living somewhere in Spain. 10504km away from Malaysia, with 6 hours apart. She shows me a glance of her apartment surrounded with construction in the middle of the city that I’m not familiar with while eating prawn salad, casually pick up from where we left off 2 years ago. It’s mind blown on how fate take her to, far from her own plan and expectation. And of course, better...