Dalam sehari, secara puratanya manusia membuat tiga puluh lima ribu keputusan. Pernahkah kalian berada di fasa dalam hidup yang mana kalian putuskan untuk hanya ingin memiliki impian yang sederhana, tetapi tetap saja berasa gagal, cuma tahu meruntuhkan apa yang kalian bina bertahun-tahun dan sabotaj diri sendiri atas alasan ingin melindungi diri? Adakah itu bermakna kalian jujur menjaga keamanan hati, atau hanya membataskan diri dari tumbuh dan menghadap segala kesusahan? Walaupun kalian tahu, kalian cuma lari dari masalah yang tidak akan pernah habis dan cuba mencari ruang untuk menenangkan diri dari rasa takut. Takut akan segala hal yang akan berlaku, mungkin berlaku atau takkan berlaku langsung. Choosing to avoid difficulty just means you are choosing another difficulty. Adakah semua keputusan yang kalian ambil itu salah dan sia-sia, atau kalian hanya tidak menyukai dengan apa yang datang bersama-sama keputusan itu? Tidak. Ianya hanya melatih kalian untuk menjadi pembuat keputu...
I woke up late today. With a sip of mango juice — the one Angah bought yesterday that left me confused and realise that I forget how it tastes — I started my morning with a small DIY painting, a canvas even smaller than A5. A bee, a flower, a sun. Yuna’s Camaraderie played softly in the background. It’s the first painting I’ve completed in a year, even though it’s far from the first painting set I’ve impulsively bought online. Maybe there’s really no such thing as the instant result I always expect in everything I do. Maybe I just needed to start small. It’s been a while since I last had a genuinely good day. Yesterday was one of those rare ones; siblings day out. Everything flowed smoothly. After picking up my brother from his university, we went to the nearest mall, performed our prayer, and caught a local horror film — surprisingly good, actually. Then we had dinner; I ordered a chicken chop. This is probably my comfort food at this age - out of so many food, who though...