Pernahkah kalian berada di fasa dalam hidup yang mana hanya ingin memiliki impian yang sederhana, tetapi tetap saja merasa gagal, cuma tahu meruntuhkan apa yang kalian bina bertahun-tahun dan sabotaj diri sendiri atas alasan ingin melindungi diri? Adakah itu bermakna kalian jujur menjaga keamanan diri, atau hanya membataskan diri dari tumbuh dan menghadap segala kesusahan? Walaupun kalian tahu, kalian cuma lari dari masalah yang tidak akan pernah habis dan cuba mencari ruang untuk menenangkan diri dari rasa takut. Takut akan segala hal yang akan berlaku, mungkin berlaku atau takkan berlaku langsung. Lucu. Hanya pada penghujung tahun di usia ini, aku baru sedar yang ada sebahagian dari luka masa lalu masih lagi belum sembuh. Setelah bertahun-tahun hidup dalam jasad yang sama, yang paling tahu akan segala rahsia dan yang paling bising di kepala, ternyata masih tidak mampu melahirkan secebis rasa percaya dan mengenal diri sendiri. Perjalanan ini terasa sunyi. ‘Awak mesti boleh punya, perc...
I woke up late today. With a sip of mango juice — the one Angah bought yesterday that left me confused and realise that I forget how it tastes — I started my morning with a small DIY painting, a canvas even smaller than A5. A bee, a flower, a sun. Yuna’s Camaraderie played softly in the background. It’s the first painting I’ve completed in a year, even though it’s far from the first painting set I’ve impulsively bought online. Maybe there’s really no such thing as the instant result I always expect in everything I do. Maybe I just needed to start small. It’s been a while since I last had a genuinely good day. Yesterday was one of those rare ones; siblings day out. Everything flowed smoothly. After picking up my brother from his university, we went to the nearest mall, performed our prayer, and caught a local horror film — surprisingly good, actually. Then we had dinner; I ordered a chicken chop. This is probably my comfort food at this age - out of so many food, who though...